Sumbang LTT Padi Tertinggi di Kalbar, Bupati Karolin Siap Wujudkan Harapan Presiden Prabowo Soal Swasembada Pangan
- account_circle Hendri M
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- print Cetak

Presiden Prabowo tekankan swasembada pangan di Rakornas 2026. Bupati Karolin buktikan kesiapan Landak dengan capaian LTT padi tertinggi se-Kalbar. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa. Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Presiden menilai ketahanan pangan merupakan keharusan agar Indonesia tidak lagi menggantungkan kebutuhan hidup rakyatnya kepada pihak luar.
“Kita tidak boleh menggantungkan hidup rakyat pada pihak lain. Swasembada pangan adalah keharusan agar negara ini kuat,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Presiden juga mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan pangan nasional sangat bergantung pada produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di wilayah masing-masing daerah.
Kabupaten Landak sendiri merupakan salah satu daerah yang memiliki kontribusi signifikan di sektor pertanian Kalimantan Barat.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Landak mencapai sekitar 10.972 hektar.
Angka ini merupakan capaian tertinggi di antara kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025, yang mempertegas posisi Landak sebagai lumbung pangan provinsi.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyebutkan bahwa capaian luar biasa tersebut merupakan hasil nyata dari kerja keras para petani lokal yang didukung oleh kebijakan daerah yang tepat sasaran.
“Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Landak. Capaian ini menunjukkan bahwa petani kita masih kuat,” ujar Karolin di sela kegiatan Rakornas.
Pemerintah Kabupaten Landak terus mendorong penguatan sektor ini melalui diversifikasi komoditas. Selain padi, pengembangan budidaya kedelai dan ubi kayu juga menjadi fokus untuk menjaga stabilitas pangan.
“Kami tidak hanya fokus pada satu komoditas. Ketahanan pangan harus dilihat secara menyeluruh agar ekonomi petani tetap terjaga,” tambahnya.
Menurut Karolin, makna swasembada pangan tidak hanya terbatas pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga mencakup kesejahteraan para pelakunya, yakni petani.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Landak berkomitmen penuh untuk menyelaraskan kebijakan pertanian daerah dengan instruksi Presiden guna menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Arahan Presiden menjadi penguat bagi daerah untuk terus fokus pada sektor pangan. Ketahanan pangan bukan slogan, ia harus terasa manfaatnya bagi masyarakat,” pungkas Karolin.
Dengan sinergi antara pusat dan daerah, Kabupaten Landak optimis dapat terus menjadi penyokong utama ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar