HPN 2026: Bupati Karolin Sebut Pemerintah Tak Boleh Alergi Kritik dan Butuh Pers yang Independen
- account_circle Hendri M
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Landak Karolin Margret Natasa peringati HPN 2026 dengan menekankan pentingnya pers yang kritis dan independen sebagai pilar demokrasi di Kabupaten Landak. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 menjadi momentum refleksi mendalam bagi insan pers di Kabupaten Landak. Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung, pers dinilai tetap memegang peran krusial sebagai pilar demokrasi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, saat memberikan pernyataan resmi dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional pada Senin (9/2/2026).
Karolin menyatakan bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini bukan lagi sekadar soal kecepatan, melainkan kemampuan untuk menjaga akurasi, konteks, serta keberimbangan berita di tengah masyarakat.
“Kita hidup di tengah banjir informasi. Berita datang begitu cepat, namun tidak semuanya benar. Di sinilah pers berperan penting membantu masyarakat membedakan fakta dan opini,” ujar Karolin.
Menurutnya, dalam sistem demokrasi yang matang, pers berfungsi sebagai ruang koreksi dan pengimbang kekuasaan. Hal ini bertujuan agar setiap kebijakan publik tetap berada dalam pengawasan yang sehat dan objektif.
Karolin secara terbuka menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan kehadiran pers yang kritis, independen, dan profesional dalam menjalankan fungsinya.
“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Pers memiliki hak untuk bertanya, menguji, dan mengawasi. Itu adalah tanggung jawab bersama agar kebijakan benar-benar berpihak pada masyarakat,” tegas Karolin.
Dalam konteks lokal, Karolin menilai peran pers di Kabupaten Landak sangat strategis karena kedekatannya dengan realitas sosial masyarakat. Media lokal mampu merekam dampak kebijakan mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan publik secara langsung.
Pemerintah Kabupaten Landak berkomitmen untuk terus menjaga kebebasan pers sebagai pondasi agar dialog antara pemerintah dan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
“Pemkab Landak memandang pers sebagai mitra kritis. Kebebasan pers adalah kunci agar kepercayaan publik terhadap pembangunan tetap terjaga,” tambahnya.
Bupati perempuan pertama di Landak ini juga menyoroti ancaman hoaks di era digital yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat. Ia mengingatkan para jurnalis untuk selalu mengedepankan verifikasi dan etika jurnalistik.
Baginya, modal utama pers adalah kepercayaan publik yang dibangun melalui konsistensi dalam menyampaikan kebenaran, bukan sekadar mengejar sensasi.
“Pers dan pemerintah tidak harus selalu sejalan, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni melayani kepentingan masyarakat luas,” kata Karolin.
Menutup keterangannya, Karolin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang bertugas di daerah, meskipun sering dihadapkan pada berbagai keterbatasan di lapangan.
Ia berharap momentum HPN 2026 ini mampu menjaga marwah profesi jurnalistik sebagai penuntun akal sehat publik di tengah hiruk-pikuk informasi yang masif.
“Di tengah banjir informasi, pers tetap dibutuhkan sebagai penuntun yang menjaga akal sehat publik. Selamat Hari Pers Nasional,” pungkasnya.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar