Ngabang Lautan Manusia! Barongsai dan Kembang Api Meriahkan Malam Imlek 2026 di Klenteng Hati Murni
- account_circle Hendri M
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- print Cetak

Ribuan warga padati Klenteng Hati Murni dan Pasar Hongkong Ngabang dalam perayaan Imlek 2026. Atraksi Barongsai dan kembang api jadi simbol toleransi di Landak. (Foto: Fb/Mesi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Lautan manusia memadati kawasan Klenteng Hati Murni dan Pasar Hongkong Ngabang, Kabupaten Landak, dalam rangka merayakan malam pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026, Senin malam (16/2/2026).
Suasana penuh warna dan kebersamaan menyelimuti Kota Ngabang sejak pukul 20.00 WIB. Ribuan warga tampak memadati sepanjang Jalan Pasar Lama hingga area terminal untuk menyaksikan puncak kemeriahan tahunan ini.
Perayaan diawali dengan pesta kembang api spektakuler yang menghiasi langit Ngabang. Suara ledakan dan cahaya warna-warni disambut sorak sorai warga yang antusias. Kemeriahan semakin memuncak saat atraksi Barongsai tampil memukau, meliuk-liuk di halaman klenteng dan area jalan raya.
Menariknya, perayaan ini tidak hanya dihadiri oleh umat Tionghoa. Warga dari berbagai latar belakang agama dan etnis turut berbaur, menciptakan pemandangan toleransi yang sangat kuat di Kabupaten Landak.
Ketua Klenteng Hati Murni Ngabang, Apin, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Imlek tahun ini sudah dimulai sejak 5 Februari dan akan terus berlangsung hingga puncak Cap Go Meh mendatang.
“Di sekitar terminal dan area Jalan Pasar Baru, panggung kecil serta pasar rakyat sudah dibuka dan malam ini sangat ramai. Semoga kita semua diberi berkah, kebahagiaan, kesehatan, rezeki, dan kesuksesan dalam setiap usaha,” ujar Apin saat ditemui di sela perayaan.
Lebih lanjut, Apin berharap di Tahun Kuda 2026 ini, seluruh masyarakat senantiasa diberikan kelancaran dalam segala urusan. “Kita hanya mensyukuri apa yang sudah diberikan dari awal hingga akhir tahun, kesehatan yang baik, dan rezeki yang lancar,” tambahnya.
Kawasan Pasar Hongkong Ngabang yang meliputi Jalan Pasar Baru, Jalan Pasar Laut, hingga area terminal berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan hiburan. Pasar malam yang digelar menjadi daya tarik tersendiri bagi warga, bahkan banyak yang datang dari luar Kecamatan Ngabang.
Harapan akan keharmonisan juga disampaikan oleh Hary Jie, salah seorang pemuda Tionghoa di Ngabang. Ia menekankan pentingnya menjaga akar budaya di tengah modernisasi.
“Imlek bagi saya adalah tentang keharmonisan. Kita sebagai anak muda harus menjaga budaya, karena hidup tanpa budaya ibarat pohon tanpa akar. Semoga Indonesia semakin toleran dan perekonomian terus mengalir,” ungkap Hary.
Perayaan Imlek di Ngabang tahun ini bukan sekadar tradisi rutin, melainkan menjadi simbol kokohnya persatuan dalam keberagaman di Kabupaten Landak. Di bawah gemerlap kembang api, warga Ngabang kembali membuktikan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang mempererat silaturahmi antar sesama.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar