Sungai Sekadau Meluap, 11.583 Warga di Nanga Taman dan Nanga Mahap Terdampak Banjir
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

Petugas BPBD melakukan evakuas dan pemantuan kondisi banjir Kamis (8/1/2025) siang. | Sungai Sekadau Meluap, 11.583 Warga di Nanga Taman dan Nanga Mahap Terdampak Banjir. (Foto: Dok. BPBD)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, sejak Kamis (8/1/2026) dini hari. Meluapnya Sungai Sekadau dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam, hingga merendam permukiman warga di Kecamatan Nanga Taman dan Kecamatan Nanga Mahap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo, menjelaskan bahwa hujan lebat terjadi mulai pukul 20.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi ini menyebabkan debit air sungai meningkat secara drastis dalam waktu singkat.
“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan hingga Kamis sore masih berlangsung di sejumlah wilayah,” ungkap Heri dalam laporan tertulis BPBD Kabupaten Sekadau, Kamis (8/1/2026) pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan BPBD Kabupaten Sekadau, total warga yang terdampak banjir mencapai 3.545 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 11.583 jiwa.
Kecamatan Nanga Taman menjadi wilayah dengan dampak paling parah, di mana terdapat 2.882 KK atau 9.779 jiwa yang terdampak di 10 desa berikut:
• Desa Nanga Taman
• Desa Nanga Mongko
• Desa Meragun
• Desa Senangak
• Desa Sungai Lawak
• Desa Rirang Jati
• Desa Nanga Koman
• Desa Nanga Kiungkang
• Desa Nanga Mentukak
• Desa Semerawai
Sementara itu, di Kecamatan Nanga Mahap, banjir merendam pemukiman di Desa Lembah Beringin dengan jumlah warga terdampak sebanyak 663 KK atau 1.804 jiwa.
Ketinggian air di lokasi banjir saat ini terpantau bervariasi antara 0,5 meter hingga mencapai 2 meter, tergantung pada letak geografis masing-masing desa. Menurut Heri, fluktuasi air masih terjadi di beberapa titik akibat kondisi cuaca.
“Kondisi terkini di beberapa desa menunjukkan adanya penurunan tinggi muka air, namun di sejumlah desa lainnya justru mengalami peningkatan akibat kiriman air dari wilayah hulu,” jelas Heri.
Dampak banjir ini sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Selain merendam ribuan rumah, akses jalan antar desa terputus dan sejumlah fasilitas umum seperti jembatan mengalami kerusakan. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat keluarga yang lebih aman, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah meski terendam air.
Menyikapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Sekadau bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dinas terkait, serta pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan upaya penanganan di lapangan.
Tim gabungan secara intensif melakukan monitoring, patroli wilayah, mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan, serta melakukan pendataan dan dokumentasi dampak kerusakan secara menyeluruh.
Sebagai langkah percepatan, BPBD Kabupaten Sekadau merekomendasikan agar pemerintah daerah segera memperkuat koordinasi lintas instansi dan menambah jumlah personel serta peralatan di titik-titik terdampak.
Selain itu, penambahan logistik bantuan dan percepatan penetapan status darurat bencana dinilai sangat mendesak guna mempercepat penyaluran bantuan kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: BPBD Sekadau

Saat ini belum ada komentar