Evaluasi Kegagalan Kedelai di Jelimpo, Bupati Karolin Bakal Datangkan Bibit Unggul dari Jawa Timur
- account_circle Hendri M
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- print Cetak

Bupati Karolin tinjau lahan percontohan PTT kedelai dan ubi kayu di Jelimpo. Evaluasi kendala tanaman kedelai dan rencanakan bibit baru dari Jawa Timur. (Foto: Hendri M.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi meninjau lahan percontohan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai dan ubi kayu di Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo, Senin (19/1/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Landak dalam menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung utama perekonomian daerah.
Selain meninjau lahan, Karolin juga mengecek ketersediaan bibit di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jelimpo yang berlokasi di Jalan Tubang Raeng sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
Dalam arahannya, Bupati Karolin memberikan apresiasi kepada para petani karena Kabupaten Landak kini berhasil menempati posisi teratas di sektor tanaman pangan se-Kalimantan Barat.
“Ini tentu membanggakan. Pertanian terbukti menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Landak,” ujar Karolin.
Program PTT ini dirancang untuk memperkenalkan teknologi budidaya yang efisien agar petani mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional usaha tani.
Lahan percontohan tersebut sebenarnya telah diluncurkan sejak Desember 2025 lalu, namun peninjauan kali ini difokuskan untuk mengevaluasi pertumbuhan tanaman kedelai yang belum maksimal.
“Kemarin kita coba tanam kedelai, tetapi hasilnya belum berhasil optimal. Hari ini kita evaluasi semuanya, mulai dari bibit hingga cara penanganan tanahnya,” jelas Karolin.
Ia mengaku masih merasa penasaran dengan kendala pertumbuhan kedelai di wilayah tersebut dan berencana melakukan penanaman ulang dengan teknis yang lebih matang.
Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Landak akan mencoba mendatangkan bibit kedelai terbaru dari Jawa Timur yang diharapkan lebih cocok dengan karakteristik tanah di wilayah Landak.
“Kita ingin mencari varietas yang paling cocok dengan kondisi lahan di sini, sehingga hasilnya bisa maksimal,” kata mantan Anggota DPR RI tersebut.
Lebih jauh, Karolin mengungkapkan ambisinya untuk mengolaborasikan program pertanian dengan sektor kesehatan, khususnya dalam upaya percepatan penanganan stunting.
Pemerintah daerah tengah menggali potensi pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi untuk disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari revolusi makanan.
“Pertanian bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kualitas gizi. Ini bagian dari revolusi makanan untuk mencegah stunting di Kabupaten Landak,” tegas Karolin.
Ia berharap model Pengelolaan Tanaman Terpadu ini dapat segera direplikasi oleh seluruh kelompok tani di Kecamatan Jelimpo dan wilayah sekitarnya guna menjaga ketahanan pangan daerah.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar