Truk Melebar ke Jalur Lawan Hantam Dua Bus Damri, Sopir Truk Tewas dalam Tabrakan Maut di Tayan Hilir
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- print Cetak

Kecelakaan beruntun melibatkan satu truk dan dua bus Damri terjadi di Jalan Raya Tayan Hilir-Sanggau. Satu orang tewas dan 12 penumpang luka-luka. (Foto: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Kecelakaan lalu lintas beruntun yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sanggau, tepatnya di Jalan Raya Tayan Hilir–Sanggau, Dusun Tenggayong, Desa Cempedak. Peristiwa maut ini berlangsung pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 00.15 WIB, melibatkan tiga kendaraan besar yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Kendaraan yang terlibat dalam insiden tragis ini adalah satu unit truk Mitsubishi bernomor polisi R-9116-ET, serta dua unit bus Damri dengan nomor polisi KB-7027-SL dan KB-7015-SL.
Berdasarkan data kepolisian, pengemudi truk Mitsubishi berinisial RS dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Tayan Hilir.
Sementara itu, pengemudi bus Damri pertama berinisial SEP dan pengemudi bus Damri kedua berinisial SW dilaporkan mengalami luka berat dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
Selain para sopir, sedikitnya 12 orang penumpang dari kedua bus Damri tersebut dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang bervariasi.
Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Bunga Tri Yulitasari, menjelaskan bahwa kronologi bermula saat truk yang dikemudikan RS melaju dari arah Tayan Hilir menuju Kecamatan Batang Tarang.
Setibanya di lokasi kejadian, truk tersebut diduga melebar ke arah kanan hingga masuk ke jalur berlawanan yang seharusnya digunakan oleh kendaraan dari arah seberang.
“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju bus Damri KB-7027-SL. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari sehingga truk menabrak bus tersebut,” ujar AKP Bunga Tri Yulitasari, Rabu (21/1/2026).
Akibat benturan keras tersebut, bus Damri KB-7027-SL berhenti mendadak di badan jalan dalam posisi yang tidak menguntungkan bagi kendaraan di belakangnya.
Tak lama berselang, bus Damri KB-7015-SL yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan langsung menghantam bagian belakang bus di depannya.
Hasil sementara olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan bahwa penyebab utama kecelakaan diduga berasal dari truk yang masuk ke jalur kendaraan lain.
Mirisnya, berdasarkan temuan petugas di lapangan, tidak ditemukan adanya jejak bekas pengereman dari ketiga kendaraan besar yang terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan jejak rem pada ketiga kendaraan. Hal ini masih kami dalami lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab secara menyeluruh,” jelas AKP Bunga.
Meskipun kondisi jalan di lokasi terpantau lurus dengan marka putus-putus dan cuaca cerah, kejadian pada dini hari di area pemukiman warga ini menuntut kewaspadaan tinggi.
Satlantas Polres Sanggau bergerak cepat melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi guna mencegah terjadinya kecelakaan susulan di jalur utama tersebut.
Saat ini, seluruh kendaraan telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait faktor penyebab pasti kecelakaan.
AKP Bunga Tri Yulitasari mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu menjaga konsentrasi dan stamina, terutama saat berkendara pada jam rawan malam hari.
Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta kesiapan fisik pengemudi adalah kunci utama keselamatan bersama di jalan raya.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama,” pungkas AKP Bunga Tri Yulitasari menutup keterangannya terkait peristiwa memilukan tersebut.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar