Cegah Pencemaran Air Tanah, Pemkab Landak Wajibkan Dapur MBG Miliki Instalasi Pengolahan Air Limbah
- account_circle Hendri M
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- print Cetak

Wakil Bupati Landak Erani menilai, sistem pembuangan limbah dapur dalam skala besar sangat berisiko jika tidak dikelola sesuai dengan standar teknis yang berlaku. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Pemerintah Kabupaten Landak kini mulai memperketat penataan sistem sanitasi di berbagai fasilitas publik yang ada di wilayahnya. Salah satu langkah yang menjadi prioritas utama adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur pada Satuan Pelayanan Perangkat Gizi (SPPG).
Langkah strategis ini diambil demi menjaga kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat dari risiko pencemaran air tanah akibat pembuangan limbah skala besar.
Saat sosialisasi mengenai program pengolahan limbah yang turut dihadiri mitra kerja SPPG di Aula Besar Kantor Bupati Landak pada Jumat (27/2/2026) siang. Wakil Bupati Landak, Erani, menilai sistem pembuangan limbah dapur dalam skala besar sangat berisiko jika tidak dikelola sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
Oleh karena itu, dalam rapat koordinasi ini, pemerintah turut menghadirkan mitra berpengalaman untuk memberikan pemahaman teknis kepada semua pihak.
Pembangunan IPAL dapur di SPPG ini nantinya diharapkan akan menjadi standar baru dalam pengelolaan limbah domestik di seluruh fasilitas publik di Kabupaten Landak.
Wakil Bupati Landak, Erani, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar sanitasi ini merupakan ketentuan yang harus dijalankan tanpa kecuali.
“Tadi baru saja kita membuka sosialisasi instalasi pengelolaan limbah terkait MBG. Ini merupakan ketentuan yang harus kita patuhi bersama,” ujar Erani pada Jumat (27/2/2026).
Ia mengakui bahwa selama ini kemungkinan program tersebut belum tersosialisasi dengan maksimal sehingga masih ada dapur yang belum memiliki IPAL.
“Hari ini semua pihak kita undang, termasuk mitra yang berpengalaman. Kita minta komitmen bersama agar kesepakatan ini dilaksanakan dengan baik demi kesehatan lingkungan kita,” tambahnya.
Setelah kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Landak akan segera melakukan langkah lanjutan berupa peninjauan langsung ke lapangan.
Petugas akan melakukan penentuan titik koordinat pembangunan instalasi agar pembangunan IPAL dapat segera terealisasi dengan tepat sasaran.
Komitmen bersama ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Landak.
Dengan adanya sistem pengolahan limbah yang baik, maka risiko penyakit yang bersumber dari pencemaran air dapat ditekan seminimal mungkin.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar