Breaking News
Trending Tags
Beranda » Artikel » Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang? FFA Ungkap 7 Tantangan Besar Penanggulangan Kebakaran

Mengapa Kabut Asap Sulit Hilang? FFA Ungkap 7 Tantangan Besar Penanggulangan Kebakaran

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

NgabangTimes.Com – Masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan di Asia Tenggara. Aliansi Bebas Api atau Fire-Free Alliance (FFA) mengidentifikasi bahwa upaya menghentikan kabut asap berarti harus fokus pada pencegahan sejak dini.

Melalui kanal YouTube Discover APRIL, FFA mengungkapkan adanya tujuh tantangan sistemik yang menyebabkan masalah kebakaran ini sulit diselesaikan secara tuntas. Berikut adalah rangkuman faktor-faktor yang menjadi hambatan besar di lapangan:

1. Karakteristik Unik Lahan Gambut

Indonesia memiliki kekayaan berupa 20,6 juta hektar lahan gambut. Namun, karakteristiknya berbeda dengan hutan biasa. Kebakaran di lahan gambut sering terjadi di bawah permukaan tanah (api bawah), sehingga menghasilkan asap 10 kali lipat lebih banyak. Selain itu, api gambut sangat sulit dipadamkan dan berisiko muncul kembali meski kondisi permukaan terlihat basah.

2. Tradisi Tebang Bakar di Pedesaan

Metode tebang bakar masih menjadi praktik umum dalam tradisi pertanian di pedesaan. Kurangnya pemahaman mengenai alternatif pembukaan lahan tanpa bakar, serta risiko api yang tidak terjaga, sering kali membuat pembakaran skala kecil meluas menjadi kebakaran besar yang tidak terkendali.

3. Faktor Ekonomi dan Biaya Operasional

Bagi sebagian pihak, api dianggap sebagai sarana pembersih lahan yang paling murah. Biaya pembukaan lahan dengan api hanya berkisar $5 hingga $10 per hektar. Angka ini berbanding jauh dengan penggunaan alat berat yang membutuhkan biaya tinggi, yakni sekitar $300 hingga $400 per hektar.

4. Konflik Lahan dan Ketimpangan Peta

Ketidakselarasan versi peta antar jenjang pemerintahan memicu sengketa kepemilikan lahan. Minimnya insentif bagi pemerintah lokal dalam mengendalikan kebakaran di wilayah sengketa membuat situasi kian rumit. Dalam beberapa kasus, api bahkan diduga digunakan sebagai alat untuk mengklaim penguasaan lahan.

5. Birokrasi dan Penegakan Hukum

Rantai birokrasi yang mencapai lima tingkat pemerintahan sering kali menghambat jalur komunikasi. Dampaknya, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran menjadi lemah. Kondisi ini juga dinilai rentan terhadap praktik penyimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam.

6. Pola Pengelolaan Limbah yang Kurang Tepat

Keterbatasan akses pendidikan di wilayah terpencil berdampak pada rendahnya kesadaran pengelolaan sampah. Membakar sampah organik maupun plastik menjadi solusi instan bagi warga, yang tanpa disadari meningkatkan risiko kemunculan titik api yang tidak terpantau.

7. Pengelolaan Area Konservasi

Terdapat sebuah paradoks di mana area konservasi yang tidak dikelola secara aktif justru rawan menjadi sasaran pembalakan liar dan pembakaran. FFA menekankan bahwa menjaga hutan tidak cukup hanya dengan menetapkan status area, tetapi memerlukan manajemen perlindungan yang aktif di lapangan.

Sinergi Menuju Langit Biru

FFA melalui Discover APRIL menegaskan bahwa persoalan kabut asap adalah isu kompleks yang berdampak langsung pada polusi udara di Asia Tenggara. Dibutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan lapisan masyarakat untuk menyentuh akar permasalahan, seperti kemiskinan dan konflik lahan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Puasa Bertenaga: 9 Makanan Murah dan Sederhana untuk Menjaga Stamina Sepanjang Hari

    Tips Puasa Bertenaga: 9 Makanan Murah dan Sederhana untuk Menjaga Stamina Sepanjang Hari

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

      Ngabang Times – Banyak masyarakat mengeluhkan kondisi tubuh yang cepat lemas, kepala terasa ringan, hingga tenggorokan kering hanya dalam hitungan jam setelah waktu sahur berakhir. Menurut praktisi kesehatan, Rosihan Hidayah, berbagai keluhan tersebut sebenarnya bukan disebabkan oleh kondisi tubuh yang lemah. Sebaliknya, hal itu sering kali dipicu oleh pilihan menu makanan saat sahur dan […]

  • Bakal Guncang Asia, Norsan Pastikan Pontianak Tuan Rumah Voli AVC Championship Mei 2026

    Bakal Guncang Asia, Norsan Pastikan Pontianak Tuan Rumah Voli AVC Championship Mei 2026

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    NgabangTimes.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kalimantan Barat sebagai magnet olahraga nasional dan internasional. Setelah sukses membuka gelaran Proliga 2026, kini Pemerintah Provinsi Kalbar membidik target yang lebih besar, yakni menjadi tuan rumah kejuaraan voli tingkat Asia pada Mei mendatang. Hal tersebut disampaikan Gubernur Ria Norsan usai meresmikan pembukaan Kejuaraan […]

  • Bungkam Tuan Rumah, Muda FC Pahauman Menang Tipis 1-0 di Laga Pembuka Roah Cup 2026

    Bungkam Tuan Rumah, Muda FC Pahauman Menang Tipis 1-0 di Laga Pembuka Roah Cup 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Hendri M
    • 0Komentar

    NgabangTimes.Com — Pertandingan pembuka Open Turnamen Sepak Bola Roah Cup Sairi Bagan 2026 Seri I menyuguhkan drama sengit di Lapangan Dusun Sairi Bagan, Desa Amboyo Selatan. Laga yang berlangsung sengit pada Sabtu (21/2/2026) siang kemarin itu mempertemukan tim tuan rumah Barakat FC melawan tim tamu, Muda FC dari Pahauman. Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim […]

  • Membangun Masa Depan: Tiga Fondasi Utama Meraih Sukses ala Merry Riana

    Membangun Masa Depan: Tiga Fondasi Utama Meraih Sukses ala Merry Riana

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Anisa
    • 0Komentar

      NgabangTimes.Com – Kesuksesan di usia muda bukan sekadar faktor keberuntungan, melainkan hasil dari pola pikir dan langkah nyata yang terencana dengan matang. Tokoh inspiratif Merry Riana membagikan pengalaman pribadinya dalam menghadapi keterbatasan hingga akhirnya berhasil mencapai kebebasan finansial. Melalui unggahan di kanal digital pribadinya, Merry merangkum tiga poin penting yang menjadi landasan keberhasilannya. Ketiga […]

  • Wajib Pajak Harus Tahu: Masa Aktif Kode Billing di Sistem Coretax Kini Lebih Singkat

    Wajib Pajak Harus Tahu: Masa Aktif Kode Billing di Sistem Coretax Kini Lebih Singkat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Keyvin
    • 0Komentar

      Ngabang Times.Com – Implementasi sistem perpajakan terbaru, Coretax, membawa perubahan signifikan bagi seluruh Wajib Pajak di Indonesia. Salah satu pembaruan yang paling krusial untuk diperhatikan adalah durasi masa aktif kode billing yang kini menjadi lebih pendek dibandingkan aturan sebelumnya. Informasi yang dibagikan melalui kanal Sahabat Pajak ini menjadi pengingat penting bagi publik. Hal ini […]

  • Pasi Ter Kodim Landak Kumpulkan Kepala Desa, Pastikan Program Koperasi Merah Putih Tepat Sasaran

    Pasi Ter Kodim Landak Kumpulkan Kepala Desa, Pastikan Program Koperasi Merah Putih Tepat Sasaran

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    NgabangTimes.Com — Dalam upaya mendukung percepatan pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Pasi Ter Kodim 1210/Landak, Kapten Arm Suparman, menggelar sosialisasi khusus kepada jajaran Kepala Desa di wilayah Kabupaten Landak. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Makodim 1210/Landak, Jalan Raya Ngabang–Pontianak KM 13, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, pada Senin (2/2/2026) siang. Didampingi para Babinsa, Kapten […]

expand_less