Kemenag dan Pastor se-Dekenat Landak Duduk Bersama di Senakin, Bahas Kebutuhan Guru hingga Validasi Data Umat
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
- print Cetak

Bimas Katolik Kemenag Landak berkoordinasi dengan Pastor se-Dekenat Landak di Paroki Senakin. Fokus pada sinergi pendidikan agama, penyuluhan, dan penataan data. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan institusi keagamaan terus dilakukan di Kabupaten Landak. Kepala Seksi Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Landak, Fransiskus Julhedi, memimpin pertemuan koordinatif bersama para pastor se-Dekenat Landak di Paroki Senakin, Kecamatan Sengah Temila, Selasa (10/2/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pastor se-Dekenat Landak, P. Matius, Pr., ini menjadi wadah krusial untuk menyinkronkan kebijakan pemerintah dengan dinamika pastoral di lapangan. Fransiskus Julhedi menegaskan bahwa posisi Bimas Katolik melampaui fungsi administratif; yakni sebagai mitra strategis Gereja.
“Bimas Katolik hadir untuk memperkuat pelayanan umat melalui pembinaan, koordinasi, serta dukungan kebijakan yang selaras dengan regulasi pemerintah dan kebutuhan Gereja,” ujar Fransiskus Julhedi dalam sambutannya.
Sektor pendidikan menjadi salah satu poin utama diskusi. Pengawas Pendidikan Agama Katolik, Jaka Sumiarto dan Sokandi, menekankan bahwa peran Guru Agama Katolik harus terintegrasi antara pendidikan formal di sekolah dan kehidupan paroki. Sinergi antara guru, sekolah, dan pastor paroki sangat dibutuhkan agar pembinaan karakter peserta didik tidak terputus.
Di sisi lain, Penyuluh Agama Katolik, Guntur, menggarisbawahi pentingnya koordinasi agar layanan penyuluhan tepat sasaran, terutama bagi umat yang berada di wilayah dengan akses terbatas.
Menanggapi hal tersebut, P. Matius, Pr., menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan Gereja untuk berkolaborasi lebih erat.
“Kami siap bekerja sama demi kemajuan pendidikan dan pelayanan umat Katolik di Kabupaten Landak,” tutur P. Matius, Pr.
Selain membahas peran SDM, pertemuan ini juga menyoroti aspek teknis seperti validasi data umat, pendataan rumah ibadah, serta kejelasan prosedur sertifikasi. Langkah ini diambil guna memastikan tertib administrasi yang transparan di lingkungan Bimas Katolik Kabupaten Landak.
Melalui forum ini, diharapkan kualitas pelayanan rohani dan pendidikan agama di Kabupaten Landak semakin meningkat, menciptakan kerukunan yang kuat melalui kemitraan yang harmonis antara Kemenag dan Gereja Katolik.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar