Jalan Rusak Landak Viral di Medsos, Karolin: Kami Tidak Menutup Mata, Perbaikan Dilakukan Bertahap
- account_circle Hendri M
- calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
- print Cetak

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menanggapi keluhan warga soal jalan rusak yang viral di medsos. Pemerintah komitmen perbaiki jalan secara bertahap. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Keluhan warga mengenai kondisi jalan rusak di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Landak terus membanjiri media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat pedesaan banyak menyoroti jalan tanah berlubang dan akses antar-desa yang sulit dilalui saat musim hujan sehingga menghambat aktivitas harian.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi nyata di lapangan.
Ia menyebut kritik dari warga di media sosial sebagai cerminan kebutuhan riil masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur dasar.
“Kami memahami keluhan masyarakat tentang kondisi jalan di desa dan kecamatan. Itu menjadi perhatian pemerintah daerah, dan perbaikan tetap kita lakukan secara bertahap,” kata Karolin pada Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan data Dinas PUPRPERA Landak, total panjang jalan kabupaten saat ini mencapai 984,54 kilometer dengan tingkat kemantapan sekitar 33,15 persen.
Pada tahun 2025, pemerintah telah merealisasikan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 8,086 kilometer serta rekonstruksi jalan sepanjang 8,660 kilometer.
Penurunan tingkat kemantapan jalan dibanding tahun sebelumnya diakui karena adanya keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat.
Kondisi keuangan yang terbatas membuat pemerintah daerah harus memutar otak untuk menentukan skala prioritas dalam setiap pembangunan fisik.
“Dengan kondisi fiskal yang terbatas, kita harus memprioritaskan penanganan ruas jalan yang paling berdampak bagi masyarakat,” tegas Karolin.
Pemerintah daerah kini mulai memetakan prioritas berdasarkan fungsi strategis jalan tersebut bagi kehidupan orang banyak.
Ruas yang menjadi akses utama masyarakat, terutama jalur ekonomi dan pelayanan dasar, akan didahulukan dalam proses pengerjaan.
“Kita memprioritaskan ruas yang menjadi akses utama, terutama jalur menuju puskesmas, sekolah, dan pasar,” katanya lagi.
Aspirasi warga mengenai sulitnya distribusi hasil pertanian akibat jalan rusak dinilai sebagai masukan penting untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.
Memasuki satu tahun kepemimpinan periode kedua Karolin–Erani, pembangunan infrastruktur dasar dipastikan tetap menjadi program kerja utama.
Selain jalan, Pemkab juga menangani infrastruktur pendukung lainnya seperti jembatan, irigasi, hingga sistem pengendalian banjir di wilayah rawan.
Karolin menegaskan komitmennya agar pembangunan tidak hanya berpusat di pusat kota, tetapi menjangkau hingga wilayah terpencil yang selama ini tertinggal.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya dirasakan di kota, tetapi sampai ke desa-desa yang selama ini aksesnya terbatas,” tutupnya.
Meskipun pengerjaan tidak bisa dilakukan sekaligus dalam satu waktu, pemerintah berjanji setiap tahunnya akan ada peningkatan kualitas jalan di Kabupaten Landak.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar