Tampung 26 Pasien ODGJ dan Narkoba, Yayasan GEPSAN Harapkan Uluran Tangan Donatur dan Perhatian Pemerintah
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Yayasan GEPSAN di Sungai Ambawang saat ini merawat 26 pasien rehabilitasi. Pengurus harapkan dukungan donatur dan pemerintah untuk renovasi asrama. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Tito Fratno, melaksanakan kegiatan pembinaan sekaligus silaturahmi bersama pengurus Yayasan GEPSAN di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (28/1/2026) ini difokuskan untuk memantau perkembangan lembaga rehabilitasi narkoba dan pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut.
Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa Yayasan GEPSAN saat ini tengah berjuang memenuhi fasilitas yang layak bagi para pasien yang sedang menjalani masa pemulihan.
Pengurus lapangan Yayasan GEPSAN, Rinve, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya menampung sebanyak 26 orang pasien yang membutuhkan pendampingan intensif secara medis, sosial, maupun spiritual.
Guna meningkatkan kualitas pelayanan, yayasan tersebut sedang berupaya melakukan renovasi asrama bagi para pasien agar proses rehabilitasi berjalan lebih maksimal.
Namun, renovasi tersebut saat ini masih sangat bergantung pada kedermawanan masyarakat melalui sumbangan material bangunan yang diberikan secara swadaya.
“Renovasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan material bangunan yang sebagian besar berasal dari sumbangan para donatur yang peduli,” jelas Rinve.
Lebih lanjut, Rinve sangat berharap adanya dukungan dan perhatian nyata dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, demi keberlangsungan pelayanan sosial ini.
Kehadiran Yayasan GEPSAN dinilai sangat krusial dalam membantu tugas pemerintah menangani persoalan sosial, khususnya pemulihan ODGJ dan korban penyalahgunaan narkoba di Kubu Raya.
Selain kebutuhan asrama pasien, pihak yayasan juga sedang mengupayakan pembangunan rumah bagi pengurus lapangan yang bertugas mengawasi pasien selama 24 jam.
Pembangunan rumah dinas pengurus ini dinilai sangat penting agar pengawasan dan pendampingan terhadap para pasien dapat dilakukan secara lebih efektif dan terjamin.
“Pihak yayasan juga membuka kesempatan bagi para donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan, khususnya dalam pembangunan rumah bagi pengurus lapangan,” tambah Rinve.
Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari tugas rutin Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada lembaga sosial kemasyarakatan.
Melalui sinergi ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan seperti GEPSAN dapat terjalin lebih kuat untuk menjawab tantangan sosial di masyarakat.
Kemenag Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penguatan lembaga sosial keagamaan demi terciptanya tatanan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Dukungan dari berbagai pihak, baik materiil maupun moril, kini menjadi kunci bagi Yayasan GEPSAN untuk terus melayani sesama dengan lebih optimal.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar