Benarkah Terlalu Banyak Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasan Medis dr. Tirta
- account_circle Keyvin
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- print Cetak

Benarkah Terlalu Banyak Makan Tempe Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasan dr. Tirta. (FOTO : YOUTUBE)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com – Isu mengenai konsumsi tempe dan tahu yang dapat memengaruhi kesuburan pria sering kali menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak yang khawatir bahwa kandungan fitoestrogen dalam kedelai dapat menyebabkan pria menjadi mandul atau mengalami perubahan fisik tertentu.
Menanggapi hal tersebut, praktisi kesehatan dr. Tirta memberikan klarifikasi melalui kanal edukasinya. Menurutnya, ada poin penting yang perlu diluruskan antara fakta medis dan kekhawatiran yang berlebihan agar masyarakat tidak salah kaprah.
Dampak Hormon Estrogen Akibat Konsumsi Kedelai Berlebih
Dr. Tirta membenarkan bahwa kedelai memiliki keterkaitan dengan hormon tertentu jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar. Konsumsi kedelai yang sangat ekstrem dapat memicu peningkatan hormon estrogen pada tubuh pria.
“Jadi konsumsi kedelai yang berlebihan itu memang akan memicu sebuah hormon yang akan menyebabkan munculnya hormon estrogen pada pria. Betul,” ujar dr. Tirta dalam unggahan videonya.
Namun, ia menekankan bahwa efek yang muncul bukan secara langsung menyebabkan kemandulan, melainkan sebuah kondisi medis yang disebut ginekomastia. Kondisi ini ditandai dengan perubahan fisik pada pria yang menyerupai karakteristik wanita.
“Gejala utamanya tuh bukan mandul sebenarnya, peningkatan hormon estrogen jadinya kayak ginekomastia. Jadi cowoknya punya payudara, terus suaranya jadi halus gitu ya,” jelasnya lebih lanjut.
Batas Aman Konsumsi Tempe dan Tahu Sehari-hari
Masyarakat diimbau tidak perlu cemas untuk mengonsumsi tempe atau tahu sebagai menu harian. Dr. Tirta menjelaskan bahwa konsumsi dalam batas normal masih dikategorikan aman dan tidak akan mengubah hormon pria secara drastis.
Berdasarkan penjelasannya, porsi wajar seperti 8 hingga 12 potong tempe masih sangat aman bagi tubuh. Efek samping medis biasanya baru akan muncul jika seseorang mengonsumsi kedelai dalam jumlah yang sangat banyak dan di luar kewajaran porsi makan manusia pada umumnya.
“Ibaratnya gini, berlebihannya ya kayak 200 tempe per hari, 100… misalkan 15 kilo kedelai per hari. Nah, itu bisa jadi menimbulkan efek estrogen pada pria,” tegas dr. Tirta.
Menjaga Keseimbangan Nutrisi dalam Pola Makan
Hingga saat ini, ambang batas pasti mengenai konsumsi kedelai masih terus diteliti oleh para ahli kesehatan. Namun secara garis besar, tempe tetap menjadi salah satu sumber protein nabati terbaik yang murah dan bergizi, selama dikonsumsi secara bijak.
Kunci utama kesehatan adalah keseimbangan nutrisi. Selama Anda tidak mengonsumsi kedelai hingga belasan kilogram dalam sehari, manfaat tempe bagi tubuh akan tetap lebih besar daripada risiko yang dikhawatirkan selama ini.
- Penulis: Keyvin
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Youtube

Saat ini belum ada komentar