Sokong Kawasan Ekonomi Mandor Rp1,7 Triliun, Gubernur Kalbar Ajak Petani Gencarkan Tanam Jagung
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

Sokong Kawasan Ekonomi Mandor Rp1,7 Triliun, Gubernur Kalbar Ajak Petani Gencarkan Tanam Jagung. (Foto: Adpim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto, mengikuti agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Desa Jawa Tengah, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (8/1/2026). Dalam momentum tersebut, terungkap rencana besar pengembangan sektor peternakan yang akan dipusatkan di Kabupaten Landak.
Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa Kalimantan Barat telah mendapatkan kepercayaan dari Menteri Pertanian RI untuk membangun pusat peternakan ayam pedaging dan ayam petelur.
Proyek strategis ini akan ditempatkan di kawasan ekonomi Mandor, Kabupaten Landak, dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp1,7 triliun.
“Investasi ini nantinya juga akan memiliki cabang di kabupaten dan kota lainnya. Tentu pakan ternak akan membutuhkan jagung dalam jumlah besar, sehingga komoditas ini sangat penting untuk mendukung peternakan tersebut,” ujar Gubernur.
Rencana pembangunan kawasan ekonomi di Mandor ini diprediksi akan menyerap hasil panen jagung petani lokal secara besar-besaran untuk kebutuhan pakan. Gubernur menegaskan bahwa langkah ini juga selaras dengan agenda pemenuhan gizi nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Para petani tidak perlu khawatir menanam jagung, karena hasilnya akan digunakan dan dibeli untuk kebutuhan pakan ternak. Ke depan, hasil peternakan ayam pedaging dan ayam petelur ini akan digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis guna meningkatkan gizi anak-anak,” tegas Ria Norsan.
Meski Gubernur mengikuti kegiatan dari Kubu Raya guna menyesuaikan agenda pembukaan Pro Liga, pusat panen raya di Kalimantan Barat sebenarnya berada di Kabupaten Bengkayang.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto mengungkapkan bahwa kegiatan di Bengkayang berhasil memecahkan Rekor MURI.
Rekor tersebut diraih untuk kategori pemanenan dan pemipilan jagung secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak. Pencapaian ini melampaui rekor sebelumnya di Grobogan.
“Rekor sebelumnya di Grobogan diikuti sekitar 1.200 petani, sementara di Bengkayang mencapai 1.750 petani. Pencatatan Rekor MURI meliputi panen jagung serentak serta pemipilan jagung serentak oleh petani bersama anggota Polres Bengkayang,” ungkap Kapolda.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang memantau langsung dari Bekasi, Jawa Barat.
Kapolri memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Polri dan petani di Kalimantan Barat, termasuk atas torehan rekor MURI yang dicapai.
Kapolri menargetkan pada tahun 2026, luas tanam jagung secara nasional dapat mencapai 1 juta hektare. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan produsen untuk memaksimalkan sisa lahan produktif yang tersedia.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan produsen untuk memanfaatkan sisa lahan yang ada agar Indonesia ke depan mampu memperkuat ekspor komoditas jagung,” pungkas Kapolri dalam interaksi daring tersebut.
Hadir pula dalam acara nasional tersebut Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, serta Dirut Bulog RI Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Adpim

Saat ini belum ada komentar