Setahun Karolin-Erani: Sukses Perkuat Fasilitas Medis hingga Jaga Stabilitas Pangan
- account_circle Hendri M
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- print Cetak

Setahun kepemimpinan Karolin-Erani di Landak fokus pada layanan kesehatan (hemodialisa), penurunan stunting, dan pangan murah di tengah keterbatasan anggaran. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NgabangTimes.Com — Satu tahun pertama sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, kepemimpinan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, bersama Wakil Bupati Erani, menunjukkan strategi yang jelas: mendahulukan kebutuhan dasar masyarakat sambil membangun jalan dan jembatan secara bertahap.
Di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas karena kebijakan penghematan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak memilih untuk memperkuat sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan ketersediaan bahan pangan sebagai prioritas utama.
Terobosan Kesehatan: Layanan Cuci Darah Kini Ada di Ngabang
Salah satu keberhasilan yang paling dirasakan manfaatnya adalah kehadiran layanan cuci darah (hemodialisa) di RSUD Landak. Sebelumnya, warga penderita gagal ginjal harus menempuh perjalanan jauh dan melelahkan ke Pontianak untuk berobat.
“Ini janji kami agar masyarakat Landak tidak lagi terbebani perjalanan jauh dan biaya mahal hanya untuk terapi rutin,” ujar Karolin Senin, (23/2/2026) di Ngabang.
Selain itu, Rumah Pemulihan Gizi di Ngabang juga sudah mulai beroperasi. Tempat ini menjadi pusat bantuan bagi balita yang mengalami kekurangan gizi. Program ini menggabungkan pemberian nutrisi tambahan, pemantauan dokter, serta bimbingan bagi orang tua untuk mempercepat penurunan angka stunting (anak kerdil).
“Penanganan stunting tidak bisa setengah-setengah. Harus ada bantuan medis, gizi, dan pendidikan keluarga agar hasilnya nyata,” tegas Karolin.
Modernisasi Puskesmas dan Pengamanan BPJS Gratis
Modernisasi layanan kesehatan juga menyentuh tingkat Puskesmas. Di Puskesmas Ngabang, sistem informasi kesehatan digital telah diterapkan. Hasilnya, proses pendaftaran pasien menjadi lebih cepat, waktu tunggu lebih pendek, dan data pasien lebih akurat.
Terkait masalah BPJS gratis (PBI JKN), awal tahun 2026 menjadi tantangan berat saat 19.171 warga Landak dinonaktifkan oleh pemerintah pusat. Menanggapi hal ini, Pemkab Landak bertindak cepat dengan tetap menjamin layanan darurat di rumah sakit dan membantu warga melakukan pengaktifan kembali, terutama bagi mereka yang menderita penyakit parah.
Menjaga Perut Rakyat dan Prestasi Ekonomi
Di sektor ekonomi, program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus dilakukan sepanjang tahun. Bekerja sama dengan Bulog dan berbagai pihak, pemerintah menjual beras, gula, hingga gas elpiji di bawah harga pasar. Langkah ini terbukti efektif menjaga daya beli warga, terutama saat menjelang hari raya.
Atas keberhasilan menjaga kestabilan harga ini, Kabupaten Landak berhasil meraih penghargaan Juara II TPID Berprestasi tingkat Kalimantan.
Pembangunan Infrastruktur Secara Bertahap
Meski fokus pada layanan kesehatan dan pangan, pembangunan jalan tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah menegaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan dana, dengan tetap memastikan jalan-jalan utama tetap bisa dilalui oleh masyarakat.
Memasuki tahun kedua, duet Karolin-Erani berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan, memperluas pasar murah, meningkatkan perbaikan birokrasi, dan mempercepat pembangunan fisik. Dengan luas wilayah hampir 10 ribu kilometer persegi, Landak kini memiliki arah pembangunan yang mantap: mengutamakan apa yang paling dibutuhkan warga saat ini.
- Penulis: Hendri M
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar